Shalat Berjamaah
Oleh : Muhammad Bajur (Hikmah)
Rasulullah SAW bersabda, ''Shalat berjamaah itu lebih utama dari pada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.'' (HR Muslim). Di samping hadits di atas, ada banyak lagi hadits yang diriwayatkan para imam tentang keutamaan shalat berjamaah.
Meski dalam hadits-hadits yang mereka riwayatkan ada perbedaan mengenai kuantitas derajatnya, serta perbedaan ulama mengenai status hukumnya. Namun, yang pasti, shalat berjamaah memiliki keutamaan yang luar biasa dan pahala yang besar di sisi Allah SWT. Dalam shalat berjamaah, terkandung banyak pelajaran, termasuk konsep terkait cara hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pertama, kita dilatih untuk tetap konsisten mengikuti imam. Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya imam itu dibentuk untuk diikuti. Maka dari itu, janganlah kalian menyalahinya.'' (HR Bukhari).
Kedua, kita diperintahkan agar memilih seorang imam yang kapabilitas, berkualitas, dan berwibawa. ''Mereka yang akan menjadi imam shalat adalah mereka yang paling bagus bacaan dan pengetahuannya tentang Alquran. Jika dalam hal ini sama, maka pilihlah yang paling mengerti tentang as-Sunnah. Jika masih sama juga, maka tunjuklah yang paling dulu hijrah. Dan jika masih sama pula, maka tetapkanlah yang lebih tua. (HR Muslim). Ketiga, seorang imam haruslah mampu menciptakan rasa kebersamaan.
Untuk itu, seorang imam perlu melihat dan menata barisan (shaf) makmum sebelum memulai shalat. Sebab, ketika Rasulullah SAW.menjadi imam shalat berliau menghadap pada jamaah shalat dan bersabda, ''Hendaklah kalian benar-benar meluruskan barisan, atau Allah akan benar-benar membuat wajah-wajah kalian tampak saling bemusuhan.'' (HR Tirmidzi) Keempat, seorang imam harus memiliki rasa simpati dan empati kepada jamaahnya. ''Apabila salah seorang di antara kalian menjadi imam shalat, maka pendekkanlah bacaannya. Sebab di antara mereka itu ada orang-orang yang lemah, sedang sakit, dan tua. Namun, apabila ia shalat sendirian, maka perpanjanglah sesukanya.'' (HR. Jamaah).
Namun, amat disayangkan, perhatian kita selama ini terhadap shalat berjamaah hanya terpusat pada keutaman kuantitas derajatnya saja. Sedang terhadap aspek yang terkait dengan konsep hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kurang mendapat perhatian, bahkan tidak diperhatikan sama sekali. Padahal, jika dalam menjalani hidup ini kita mau mempraktikkan konsep seperti yang ada dalam shalat berjamaah, tidak mustahil keadilan, kedamaian dan kenyamanan hidup yang menjadi impian kita semua benar-benar dapat kita rasakan bersama

0 Comments:
Post a Comment
<< Home